
Jakarta, idtop Indonesia
—
Mohamed Salah
sepertinya sedang berada di suatu sore menjelang senja dalam karier profesionalnya. The Egyptian King mulai meluntur kebuasannya.
Musim ini, dalam arahan Arne Slot, ketajaman Mo Salah tereduksi. Terbaru, mantan pemain AS Roma ini menjadi pengganti saat Liverpool menang atas Eintracht Frankfurt.
Salah baru dimainkan pada 16 menit terakhir pertandingan. Sudah begitu, ada momen Salah tampak egoistis di kotak penalti sehingga diserang fans klub di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, dari total 12 pertandingan di semua ajang, Salah baru membukukan tiga gol. Rinciannya, dua di Liga Inggris dan satu gol di Liga Champions Eropa. Ketajaman Salah menurun tajam.
Ini kontras dengan performa Salah dalam delapan musim sebelumnya. Sejak musim 2017/2018 Salah jadi tumpuan. Ialah salah satu kunci sukses Liverpool bergelimang prestasi.
Pada musim perdananya bersama The Reds, Salah mencetak 44 gol dari 52 pertandingan. Musim lalu, saat Liverpool juara Liga Inggris, salah mencetak 29 gol dari 38 laga.
Musim ini Liverpool memang sedang merancang skema tanpa Salah. Klub asal Merseyside ini mendatangkan striker-striker tajam berbanderol tinggi dengan usia masih muda.
Salah memang belum terlalu tua, 33 tahun, tetapi sudah tidak dalam masa keemasan lagi. Rekan-rekan Salah yang seusianya juga telah hengkang, seperti Firmino dan Sadio Mane.
Pemain tersubur Liverpool musim ini adalah Hugo Ekitike. Pemain asal Prancis ini baru 23 tahun dan mulai jadi tumpuan utama tim. Sejauh ini total golnya adalah enam.
Cody Gakpo, yang hanya jadi ban serep dalam tiga musim terakhir, mulai dijadikan tumpuan. Pria Belanda berusia 26 ini sudah melesakkan empat gol dari 12 laga. Lebih baik dari Salah.
Begitulah nasib seorang bintang. Ketika jaya begitu dipuja, tetapi jadi sasaran caci dan maki saat tak produktif lagi. Kini Salah mengalami nasib pahit tersebut di Liverpool.
Baca lanjutan analisis ini di halaman berikutnya>>>
Kontrak
Mohamed Salah
bersama
Liverpool
tinggal satu musim setengah lagi. Hingga 2027. Ini adalah masa transisi sebelum status bebas transfer datang pada akhir musim ini.
Akhir tahun 2026 nanti adalah masa bebas transfer itu, sesuai dengan Aturan Bosman. Masa yang tidak lama lagi dan belum ada tanda-tanda Salah akan diberi proposal kontrak baru.
Sepertinya Liverpool memang tidak ingin memperpanjang lagi kontrak Salah. Jika ini situasi yang diinginkan klub, berarti pula Salah harus dibuat tidak nyaman. Situasi yang diciptakan.
Mengusir Salah dengan kasar, yang sudah meraih sembilan trofi termasuk Liga Inggris dan Liga Champions, tentu saja tak etis. Diperlukan cara-cara halus untuk mendepaknya.
Tekanan dari suporter adalah satu instrumen halus tersebut. Cara kasar fans klub lewat caci maki adalah cara paling mudah mengusir pemain yang sudah tidak diperlukan klub.
Seiring dengan itu, banyak klub tertarik dengan jasa Salah. Klub-klub papan tengah Inggris, dengan senang hati menyambut Salah, asal gajinya agak diturunkan dari sebelumnya.
Begitu juga dengan klub-klub asal Italia, Jerman, atau Prancis, bisa saja jadi pelabuhan baru Salah, asal gajinya tak tinggi. Kalau dengan gaji saat ini, para peminat mundur teratur.
[Gambas:Photo idtop]
Kalau Salah ingin gajinya tetap tinggi, ada dua pilihan, ke Arab Saudi atau Amerika Serikat. Utamanya klub-klub Saudi Pro League akan dengan senang hati menyambutnya.
Ini semua tentu saja asumsi. Saat ini, Salah memang sedang dalam tekanan, tetapi belum saatnya menyerah. Kesempatan jadi yang tertajam di Liverpool masih sangat terbuka.
Perjalanan musim ini masih sangat panjang dan ada sejuta kemungkinan. Kans salah melejit kembali, seperti musim keduanya di Liverpool, sangat bisa diulang kembali.
Sore menjelang senja memang tak akan terhindarkan bagi Salah. Waktu senja di pelabuhan Liverpool akan segera tiba. Tinggal bagaimana waktu menuju senja itu dihiasi oleh Salah.
[Gambas:Video idtop]
Ini Saatnya Salah Cari Pelabuhan Baru
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: IOC Bertemu NOC Indonesia 28 Oktober, Bakal Bahas Olimpiade
Baca lagi: Dianggap Gagal Berantas Narkoba, AS Jatuhi Sanksi Presiden Kolombia
Baca lagi: Jokowi Beri Wejangan Saat Pertemuan dengan Projo, Apa Itu?