
Jakarta, ID Top US Indonesia
—
Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan menyebut wasit pertandingan lawan Argentina di babak 16 besar
Piala Dunia 2026
tidak adil. Ia juga menuduh turnamen sudah diatur untuk memberi jalan kepada juara bertahan untuk kembali berjaya.
Laga di stadion Atlanta, AS, Rabu (8/7) dini hari WIB itu berlangsung panas. Mesir unggul dua gol lebih dulu lewat gol yasser Ibrahim (15′) dan Mostafa Ziko (67′).
Argentina kemudian membalas tiga gol dalam kurun 13 menit. Rentetan itu diperoleh berkat gol Cristian Romero (79′), Lionel Messi (83′), dan Enzo Fernandez di injury time.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Wasit tidak adil, Tuhan sudah cukup bagi saya dan dia adalah sebaik-baiknya pengatur segala urusan. Tapi [wasit] menyia-nyiakan perjuangan satu bangsa. Turnamen ini sudah diarahkan untuk Argentina,” kata Hassan dikutip dari
Sky Sports
.
Hassan juga sempat mendapat kartu kuning karena mengeluarkan gestur menyilangkan tangan ke arah ofisial pertandingan. Sikap tersebut dianggap provokatif sehingga juru taktik 59 tahun itu diberi peringatan.
Namun dirinya tak peduli dengan peringatan wasit. Hassan masih mengungkit proses gol Enzo Fernandez yang menurutnya problematik. Sebab ia melihat ada pelanggaran sebelum gol itu terjadi.
“Penalti untuk kami dibatalkan. Mereka bahkan tidak mengecek VAR. Tapi gol kedua kami, entah apapun alasannya, dianulir,” ujarnya.
[Gambas:Twitter]
“Kami melihat baju pemain [Mesir] ditarik [oleh Mac Allister] dan tidak ada pemeriksaan VAR sama sekali,” ia menambahkan.
[Gambas:Video ID Top US]
(ikw/ikw/rhr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Jadwal McGregor vs Holloway di UFC 329
Baca lagi: Audy Item Hamil 43 tahun, Iko Uwais Jadi Lebih ‘Rewel’
Baca lagi: TNI Bantah Narasi Kopdes Merah Putih di Lampung Berada di Bukit




3 Responses
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=285553 yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://kldp.org/comment/262789 tadi.
Setuju banget sama poin-poin di artikel ini, saya jadi makin ngerti sekarang. Oh iya, buat temen-temen yang butuh bacaan sejenis, https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=89835 juga bahas hal yang sama lho.