
Jakarta, ID Top US Indonesia
—
Pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia, melayangkan sindiran menohok kepada
FIFA
setelah timnya sukses menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat (AS) di babak 16 besar Piala Dunia 2026 denga skor 4-1.
Empat gol Belgia dicetak Charles de Ketelaere pada menit kesembilan dan menit ke-33, Hans Vanaken pada menit ke-57, dan Romelu Lukaku pada menit ke-90+3, sedangkan Malik Tillman mencatatkan namanya di papan skor untuk AS pada menit ke-31.
Usai kemenangan telak atas AS itu, Rudi Garcia menegaskan bahwa keadilan di atas lapangan pada akhirnya tetap menjadi pemenang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut merujuk pada kontroversi pra-pertandingan, di mana FIFA secara mendadak menangguhkan sanksi kartu merah striker AS, Folarin Balogun, agar bisa tampil melawan Belgia. Diduga ada intervensi Presiden AS Donald Trump dalam keputusan menangguhkan kartu merah Balogun.
“Semua yang bisa saya katakan adalah sepak bola menang atas politik hari ini. Sepak bola adalah permainan yang indah, dan saya benci melihat beberapa orang yang memiliki kekuasaan merusaknya,” ujar Garcia usai pertandingan lawan AS, seperti dilansir
Al Jazeera
.
Meski Balogun pada akhirnya diizinkan bermain oleh FIFA, Garcia menilai sang penyerang sama sekali tidak memberikan kontribusi berarti berkat kedisiplinan taktik lini belakang Belgia.
“Dia [Folarin Balogun] tidak memberikan dampak apa pun dalam pertandingan. Awalnya saya sempat tidak senang [dengan keputusan FIFA], tetapi setelah 15 menit pertama berjalan, saya tahu dia tidak akan menjadi ancaman bagi kami,” lanjut pelatih berusia 62 tahun itu.
Terlepas dari ketegangan politik di luar lapangan, Garcia mengaku sangat bangga dengan performa luar biasa yang ditunjukkan Kevin De Bruyne dan kawan-kawan demi menyegel tiket ke babak perempat final.
Ia juga mempersembahkan kemenangan ini secara khusus untuk seluruh masyarakat Belgia yang rela terjaga hingga dini hari, serta untuk sang gelandang, Amadou Onana, yang dibekap cedera parah di tengah laga kontra AS.
“Saya rasa saat ini sudah jam 4 pagi di Belgia. Kepada semua orang yang bangkit di tengah malam untuk mendukung kami, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mereka harus merasa bahagia dan bangga kepada para pemain hari ini. Kami menunjukkan bahwa Belgia adalah negara sepak bola yang besar,” tutur Garcia.
Pelatih berkebangsaan Prancis ini juga menyanjung anak-anak asuhannya yang tampil luar biasa dan menjalankan rencana permainan dengan sangat sempurna.
Menurut Garcia, Youri Tielemans dan kolega memegang kendali penuh sepanjang pertandingan dan sukses ini merupakan kerja keras tim yang nyata.
“Satu kekecewaan terbesar dan menjadi awan mendung bagi kami malam ini adalah cederanya Amadou Onana. Kami merasa berutang budi kepadanya untuk terus berjuang di babak kedua, memenangkan pertandingan, dan lolos ke perempat final,” pungkasnya.
[Gambas:Video ID Top US]
(wiw/rhr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: China Mulai Jual Robot Humanoid Hyper Realistis, Bisa Jadi Pacar
Baca lagi: Travis Kelce Emosional Kala Ucap Janji Suci ke Taylor Swift
Baca lagi: Kemhan: Penyebaran LGBTQ Bukan Substansi Utama Perpres 111 tahun 2025




3 Responses
Ngebantu banget penjelasannya, mantap! Sekalian share aja, buat kalian yang butuh materi serupa bisa cek https://contact.apps-api.instantpage.secureserver.net/v3/attachment?url=%2F%2Fjoeclassifieds.com saya dapet banyak info juga dari sana.
Pembahasan yang sangat relevan sama kondisi sekarang. Kalau mau cari perbandingan artikel, di http://lionelc.blog.free.fr/index.php?post/2020…Promenons-nous-dans-les-bois-%21 juga ada ulasan yang komprehensif banget.
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=304200 lumayan buat bahan bacaan ekstra.