IDTOP

Kata Gedung Putih soal Trump Tak Pantas Terima Hadiah Perdamaian FIFA

Jakarta, ID Top US Indonesia

Juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyatakan bahwa tidak ada orang lain yang lebih layak menerima penghargaan tersebut selain Presiden Amerika Serikat

Donald Trump

, meskipun banyak pihak yang menentang.

“Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih layak menerima Hadiah Perdamaian pertama FIFA selain Presiden Trump. Siapa pun yang berpikir sebaliknya jelas menderita sindrom gangguan Trump yang parah,” ujar Ingle dikutip dari

Sportbible

.

Pernyataan ini muncul setelah sejumlah kritik dari berbagai pihak datang karena menilai pemberian hadiah perdamaian FIFA kepada Trump merupakan sebuah kontroversi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hadiah Perdamaian FIFA, yang diberikan setiap empat tahun sekali, memang bertujuan untuk menghargai individu atau kelompok yang telah melakukan “tindakan luar biasa untuk perdamaian” dan yang berhasil “menyatukan orang-orang di seluruh dunia.”

Namun, banyak yang merasa bahwa Trump, dengan kebijakan luar negeri yang memicu ketegangan, tidak seharusnya menerima penghargaan ini.

Trump sendiri menerima Hadiah Perdamaian FIFA pada Desember lalu dalam sebuah upacara yang digelar di Washington DC.

Keputusan FIFA tersebut kemudian memicu perdebatan luas, terutama ketika ketegangan antara pasukan AS-Israel dan Iran semakin memanas. Beberapa pihak bahkan menyerukan agar penghargaan ini dicabut atau konsep Hadiah Perdamaian FIFA dihapuskan saja.

Salah satu kritik datang dari gelandang tim St. Pauli asal Australia Jackson Irvine yang dengan keras mengecam keputusan FIFA. Menurutnya, FIFA seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih penerima penghargaan ini.

“Keputusan seperti ini mengolok-olok nilai-nilai yang seharusnya diperjuangkan oleh FIFA,” ujar Irvine.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, juga angkat bicara. Ia berpendapat bahwa Hadiah Perdamaian FIFA seharusnya dihapuskan karena pemberian penghargaan semacam itu bisa berpotensi mencampuradukkan sepak bola dengan politik.

Klaveness bahkan menyarankan agar FIFA menjaga jarak yang aman dari para pemimpin dunia untuk menghindari situasi yang dapat memperkeruh hubungan internasional.

“FIFA harus berhati-hati dalam memilih penerima penghargaan. Kami sudah memiliki Nobel yang memberikan penghargaan untuk perdamaian dengan independensi yang jelas,” kata Klaveness.

[Gambas:Video ID Top US]

(rhr/rhr/abs)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Ketum Posyandu Salurkan Bantuan & Ajak Senam Sehat Warga Huntara Aceh

Baca lagi: Trailer Warkop DKI Viralin Dong, Dono Cs Jadi Konten Kreator Horor

Baca lagi: Hasil Tes Moto3 Jerez: Veda Ega di Posisi Ke-6, Kalah dari Perrone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Picture of content

content

You may also like