
Jakarta, ID Top US Indonesia
—
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
Erick Thohir
akan berkomunikasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (
KPK
) demi menuntaskan masalah Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta.
Saat ini Stadion Mandala Krida yang sedang dalam proyek renovasi terhambat akibat sisa bangunan yang masih berstatus barang bukti kasus korupsi.
Hasilnya beberapa fasilitas penting seperti penerangan belum dapat dipasang meskipun dana hibah telah dianggarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dirasakan Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI usai menyaksikan laga semifinal Piala Presiden Liga 4 di Mandala Krida, Rabu (8/7) sore.
Erick menyayangkan, karena stadion kebanggaan masyarakat Kota Yogyakarta ini belum memiliki fasilitas lampu penerangan yang memadai.
“Ya sayang, karena stadionnya bagus, tapi tadi saya sudah bicara dengan pemerintah daerah nanti ada beberapa isu dengan KPK untuk kita seperti apa solusinya,” kata Erick.
Erick mengatakan pemerintah pusat akan berupaya menjembatani komunikasi antara Pemerintah Daerah dan KPK agar persoalan hukum yang berkaitan dengan proyek renovasi Stadion Mandala Krida dapat menemukan jalan keluar.
Dengan begitu pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya dapat dilanjutkan dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang masih dibutuhkan.
“Sehingga infrastruktur yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah sebelumnya bisa terus diperbaiki sedikit lagi. Sehingga kalau ada investasi baru seperti lampu dan lain-lain paling tidak dasar hukumnya ada gitu karena ini sebenarnya ada kasus saya dengar gitu,” uap Erick.
Sejauh ini banyak spanduk hingga mural pun bermunculan di berbagai titik di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, yang berbunyi ‘Usut Tuntas Korupsi Mandala Krida’.
Akibat Mandala Krida tidak memiliki penerangan, PSIM Yogyakarta terpaksa harus menggunakan Stadion Sultan Agung, Bantul, sebagai kandang mereka pada Super League 2025/2026 dan 2026/2027.
[Gambas:Video ID Top US]
(kum/ptr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: BPS Tegaskan Sensus Ekonomi Bukan Pendataan untuk Penarikan Pajak
Baca lagi: Jadwal Veda Ega di Moto3 Jerman 2026: Jalur Raih Poin
Baca lagi: RI Dorong Kompensasi Karya Jurnalistik yang Adil di Era Digital dan AI




4 Responses
Artikel ini layak dijadikan instrumen akselerasi pemahaman bagi para akademisi yang mengutamakan kedalaman substansi https://crookedtimber.org/page/762/?p=ruuhkwbcx
Penulis menunjukkan kapabilitas ekseptional dalam menyusun taksonomi pembahasan yang memitigasi risiko simplifikasi masalah https://undispatch.com/author/mark-leon-goldberg/page/162/
Artikel ini menawarkan blueprint tindakan yang sangat rasional untuk menanggulangi stagnasi yang terjadi di dalam industri. https://crookedtimber.org/page/762/?pagerd_
Penulis telah berhasil menetapkan sebuah tolok ukur (benchmark) baru dalam penulisan esai analitis yang komprehensif. https://crookedtimber.org/page/762/?p=itlqyeix