
Jakarta, ID Top US Indonesia
—
Atletico Madrid
yang dikenal sebagai pembunuh harapan tim-tim raksasa akan bersua
Arsenal
pada leg pertama semifinal Liga Champions di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (30/4) dini hari WIB.
Performa Los Rojiblancos memang terbilang angin-anginan sepanjang musim ini. Namun catatan itu sungguh tak bisa dijadikan alasan untuk meremehkan pasukan Diego Simeone.
Atletico kerap kali tampil sebagai
giant slayer
yang ganas kala berhadapan dengan tim-tim besar. Real Madrid, Barcelona, hingga Inter Milan sudah merasakan keganasan Los Colchoneros musim ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan Atletico di Liga Champions sebenarnya jauh dari kata mulus. Mereka hanya finis di posisi ke-14 pada fase liga, sehingga terpaksa melewati babak playoff terlebih dahulu.
Di playoff 16 besar, Atletico berjumpa wakil Belgia, Club Brugge. Langkah awal itu tidak berjalan lancar. Antoine Griezmann dan kawan-kawan hanya mampu bermain imbang 3-3 di leg pertama.
Namun di leg kedua, Atletico bangkit dengan meyakinkan. Los Indios mengamuk dan melibas Club Brugge empat gol tanpa balas.
Lolos ke babak 16 besar, giliran Tottenham Hotspur yang harus berdiri di hadapan mereka. Atletico tampil perkasa dengan menggilas Spurs 5-2 di leg pertama.
Meski kalah 2-3 di leg kedua, kemenangan besar di leg pertama sudah cukup mengantarkan anak didik Diego Simeone ke babak perempat final dengan kepala tegak.
Di perempat final, Barcelona mengadang. Sudah sering beradu di musim ini, Atletico kembali memperlihatkan tajinya kepada El Barca.
Azulgrana dibuat malu setelah kalah secara agregat 2-3 dari tangan Los Rojiblancos. Hasilnya, Atletico melenggang ke semifinal untuk menantang Arsenal.
Berkaca pada penampilan di La Liga, performa Atletico memang cenderung stagnan. Mereka berupaya jadi batu sandungan bagi Barcelona dan Real Madrid, namun justru terjungkal ke posisi keempat di bawah Villarreal.
Meski demikian, baik Barcelona maupun Real Madrid yang lebih konsisten di liga domestik, tetap sempat jadi bulan-bulanan Alexander Sorloth dan kawan-kawan di berbagai kesempatan.
Bagi Barcelona, tersingkirnya mereka di Liga Champions dan Copa del Rey sudah cukup jadi jawaban mengapa Atletico adalah tim yang harus diperhitungkan siapa pun.
Begitu pula Real Madrid yang pernah digilas 2-5 oleh Atletico saat kedua tim berjumpa di putaran pertama La Liga musim ini.
Di Liga Champions, Inter Milan selaku finalis musim lalu pun sempat dikalahkan oleh Atletico. Jejak keganasan itu kian memperkuat reputasi Atletico sebagai pembunuh berdarah dingin di laga-laga besar.
Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>
Untuk itu, meski performa Atletico naik turun, catatan keganasan mereka kala berhadapan dengan tim-tim besar patut menjadi perhatian serius bagi Arsenal.
Di kubu Arsenal, tim asal London Utara ini tengah membidik titik balik dalam musim yang penuh harapan. Target empat gelar yang dicanangkan di awal musim kini tersisa dua, setelah tersingkir dari Piala Liga Inggris dan Piala FA.
Artinya, kini tinggal Liga Inggris dan Liga Champions yang harus digenggam erat-erat oleh pasukan Mikel Arteta. Keduanya bak balon yang tak boleh meletus di tangan Meriam London.
Perjalanan The Gunners di Liga Champions diprediksi tidak akan berjalan mudah. Atletico punya segudang pengalaman menundukkan tim-tim kelas atas.
Meski begitu, Arsenal memiliki keunggulan saat pernah bertemu Atletico di babak liga Liga Champions. Kala itu, Viktor Gyokeres dan kawan-kawan mampu menggilas Los Rojiblancos empat gol tanpa balas.
Walaupun catatan pertemuan terakhir berpihak kepada Arsenal, The Gunners tetap perlu waspada. Gaya bermain Atletico di bawah arahan Diego Simeone tergolong menyeramkan manakala mereka tampil rapi.
Kombinasi pertahanan rapat, aliran bola cepat, dan fighting spirit tinggi dari Giuliano Simeone beserta rekan-rekannya kerap membuat lawan kewalahan. Itulah identitas Atletico yang tak pernah pudar.
The Gunners pun disarankan tidak bermain dengan garis pertahanan yang terlalu tinggi. Pasalnya, sejumlah penggawa Atletico punya kecepatan yang mampu mengobrak-abrik lini belakang dengan umpan-umpan terobosan yang presisi.
Belum lagi, Atletico terkenal dengan kemampuan membangun serangan balik kilat setelah bertahan rapat. Komposisi pemain yang mumpuni menjadikan transisi mereka sebagai salah satu yang paling berbahaya di Eropa.
Atletico juga kini diperkuat oleh Ademola Lookman, rekrutan anyar dari Atalanta, yang dinilai sangat klop dengan sistem permainan Diego Simeone. Meski diragukan tampil di leg pertama akibat cedera otot, jika kembali fit di leg kedua, Lookman bisa menjadi ancaman nyata bagi Arsenal.
Dalam 18 penampilan bersama Atletico, Lookman telah mencatatkan tujuh gol dan empat assist.
Dengan segala bekal dan rekam jejak tersebut, bukan tidak mungkin Atletico akan mencapai final keempatnya di Liga Champions dan merenggut trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya.
[Gambas:Video ID Top US]
Add
as a preferred
source on Google
Meriam London Perlu Waspadai Los Rojiblancos
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Kesuksesan Box Office Michael, Salip Capaian Bohemian Rhapsody
Baca lagi: Perdana, 4 Terdakwa Anggota TNI Dihadirkan di Sidang Andrie Yunus
Baca lagi: Said Abdullah Terima Penghargaan PWI Jawa Timur di Puncak HPN 2026


